Oleh : Afief K. Rachman
Sang waktu menemaniku dalam kesendirian
Denting jam mengalun dalam kesunyian hati
Tak ad tempat menuangkan setetes kegundahan
yang terangkai dalam sejuta kebosanan berbalut prasangka
Inikah hidupku?
Penuh luka yang melekat dalam hembusan sang bayu
Penuh coba yang membuatku merana
Rasa kasih tak lagi seharum kasturi
Rasa sayang tak lagi sesejuk embun pagi
Dekapan tak lagi sehangat mentari
Cinta tak lagi sesuci air telaga kautsar
Di sini ku berdiri di balik pintu hati
Yang kini di siram dengan madu
Namun itu akan sia-sia
Karena telah di beri setetes racun
Dengan selembar kasih dan cinta
Ku bernaung padamu sang jelita
Berharap secuil kasih sayang tuk berteduh . . .
Kau telah nyalakan lilin keabadian
yang seakan bertasbih detik demi detik
Setelah ratna cinta dia berikan dalam kesenyapan
Setelah dermaga cintaku dia biarkan tenggelam
dalam arus kehidupan yang telah ternoda
Namun telah ku sadari masih ada seberkas kepedulian darimu
Yang tercetus dalam ikrar cinta suci kita
Wahai sang jelita,
Aku merindukanmu . . .
BPA5
Jumat, 15 Januari 2010
Cintaku, Sang Jelita . . .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar