SELAMAT DATANG!

Sabtu, 25 Juni 2011

(fiction)sahabatku cintaku

. Sabtu, 25 Juni 2011
0 komentar

oleh: Rifqa Meilia R.

Berawal dari persahabatan, kita selalu bersama dalam suka dan duka, persahabatan ini kita bawa sampai Allah memisahkan kita, setiap hari kita selalu bersama dimana ada Lia disitu pasti ada Arul sebaliknya dimana ada Arul disitu pasti juga ada Lia. Perashabatan mulai tak wajar, ada perasaan yang lain diantara mereka! Apakah perasaan itu? Apakah itu ? Lia selalu bertanya dalam hati kecilnya, sebaliknya Arul, dia lebih takut untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya. Mereka selalu memendam perasaan itu, karena mereka sadar bahwa Lia sudah memiliki tunangan . Sampai akhirnya seminggu sebelum pernikahan Lia digelar, mereka bertemu disuatu tempat dengan niat mau mengungkapkan perasaan mereka.

“ Lia, aku mau bicara sesuatu kepadamu tentang perasaanku yang selama ini aku pendam selama 3 tahun! Maukah kau mendengarkannya?” dan Lia menjawab “ Apa yang akan kau katakan? Aku juga mau mengatakan sesuatu kepadamu! “
“ Lia, aku mencintaimu! Aku berusaha menghilangkan perasaan ini tapi usahaku sia – sia! Aku tak berdaya dengan perasaan ini, aku tau kau sebentar lagi mau menikah dengan Yadi tapi… aku harus katakana dengan jujur perasaanku ini ! “

“Arul, aku juga mencintaimu tapi, aku harus tau diri aku akan menjadi milik orang lain! Akupun juga tak bisa menyembunyikan perasaan ini semua!” akhirnya mereka memutuskan bertemu dengan orang tua Lia, “ Ibu… ayah ( Lia mulai berbicara) Lia mau berbicara sama ibu dan ayah, tentang perasaan Lia sebenarnya , bolehkah?

“ Katakanlah nak, ibu dan ayah mau mendengarkan! Jawab ayah Lia.
“ yah, Lia selama ini tidak bahagia bersama mas Yadi, Lia tidak mencintainya. Lia mencintai Arul , Yah.. begitu juga Arul juga mencintai Lia.
Ayah Lia bertanya kepada Arul : “ apakah itu benar,Rul ? “
Arul menjawab : “ iya om, saya mencintai putri om. ”

“ Tapi pengakuan kalian terlambat, Lia seminggu lagi akan menikah. Bagaimana kalau Yadi mendengar pengakuan kalian itu? Jangan nak, ayah mohon cinta kalian jangan diteruskan, bagaimana dengan pernikahan kamu nak? Bagaimana dengan nama baik keluarga kita? “ ( ayah Lia berkata demikian).

“ Lia tahu yah, Lia salah. Oleh karena itu Lia tetap menikah dengan mas Yadi! Biarkan cinta kita berdua menjadi masa lalu kita.”
Arul menambahkan “ iya om, saya tahu diri kok. Saya tidak akan merebut Lia dari Yadi om “

Jumat, 22 April 2011

For You...

. Jumat, 22 April 2011
0 komentar

oleh : Nia Sumiati

Ya Allah aku mencintainya...
biarkan dia disisiku dan jadikanlah dia orang yang kau pilih tuk menemani sisa hidupku...
namun jangan biarkan cinta kasihku terhadapnya membuatku lalai akan seluruh hati yang seharusnya dipersembahkan tuk diriMu...

Ya Allah aku menyayanginya...
tapi...aku ingin sayangku terhadapnya dibalut oleh keridloanMu..
aku mencintainya...
namun kuberharap cintaku padanya terselimuti rohman dan rohimMu

semoga kehadiran dirinya dalalm hidupku menjadi misbah tuk menuntunku menuju jalan yang senantiasa kau ridloi
semoga dia benar-benar tercipta untuk diriku hingga saat pintu yang terukir dalam Al-Qur'an itu tebuka....

Robbi...
siapa yang singgah dalam hatiku adalah hambaMu
Dan kau beri aku anugrah terindah untuk memilikinya

Dia ajarkan aku makna mahabbah terhadapMu...
Dia menanamkan ketegaran dalam sanubariku untuk senantiasa mengingatMu...
Dia lindungi hatiku dengan akhlak-akhlaknya
dia kuatkan diriku dengan cinta yang benar-benar tulus....

dia...dia...dia...
ya..a'bdullah ana uhibbuka abadan...!!!!!!

Jumat, 11 Maret 2011

Ikrar Suci Untuk Sahabatku

. Jumat, 11 Maret 2011
0 komentar

oleh : Afief K. Rachman


Sahabatku...kau adakah sahabatku yang paling berharga, aku selalu menemanimu setiap detik dan selalu ada disetiap hembusan nafasmu menjadi kekasih ragamu kapan pun dan dimana pun langkah kakimu berpijak.Namun seiring perputarnya roda kehidupan, kini kau semakin jauh meninggalkanku dalam kesendirian yang hanya mampu melihatmu dari kejauhan bahkan tak sedetik pun kau menolehkan wajah manismu, kau telah terbujuk dan tergoda angan-angan yang begitu menipu dirimu, hingar bingar kemegahan dunia telah membuatmu alpa akan diriku yang terus menunggumu dalam kesunyian bahkan tetes demi tetes linangan air mata terus mengalir tanpa ada yang mengusapnya, sorak bahak dan canda tawa penjadi penghalang untukmu mendengar jerit tangisku yang terus dilanda kegundahan yang berkepanjangan, godaan syahwat yang selalu ada dalam bayang-bayangmu membuatku merasa terpuruk dan tertindas seakan tak bermakna segala lukisan tinta emas yang telah kutorehkan pada kanvas kehidupan untuk berharap bertemu denganmu kembali,
Sahabatku...keluarkanlah dirimu dari segala perangkap alam pikiran duniawi yang terus membelenggu mata batinmu, kobarkan tabuh genderang perlawanan terhadap musuh-musuhmu dengan terus mengasah pedang keimanan yang kiranya hampir berkarat agar menjadi tajam untuk kau hunuskan dan memenggal kepala-kepala syetan yang selalu menyibukkanmu dengan aktivitas yang mubazir yang tiada guna, lindungilah dirimu dengan perisai ketaqwaan sampai kau benar-benar bebas dari penjara kemaksiatan, lalu langkahkan kakimu untuk menjemputku dan memelukku dengan sangat erat serta janganlah kau melepaskan dan membiarkanku dalam kesenyapan yang begitu menyiksa,
Sahabatku...bersihkanlah aku dari titik-titik hitam akibat kesombongan dan keangkuhanmu, jernihkanlah aku dari noda-noda kedzaliman akibat keserakahanmu dan sucikanlah aku dengan niat dan tekat emasmu untuk memperbaiki diri menggapai kasih dan sayang dari Tuhanmu,
Sahabatku...berpayah-payahlah karena kelezatan hidup ada pada kepayahan, rebahkanlah dirimu dan menengadahlah ke angkasa luas, renungkan betapa luasnya surga jauh lebih luas dari sekedar hamparan tujuh langit dan bumi hingga kau mendapati lautan amal yang membentang dihadapanmu, renungkanlah juga betapa dahsyatnya hina dina siksa api neraka menelan dan memangsa manusia yang terus terlena dalam dosa dan angan-angan yang hampa,
Sahabatku...ayunkan langkah kakimu di lintasan lurus yang telah Tuhan arahkan kepada umat-umat Nabi-mu, Ulurkanlah tanganmu untuk terus berbagi terhadap sesamamu, basahilah kedua matamu dengan tetesan air mata antara rasa takut dan rasa harap disetiap waktu percintaanmu dengan Sang Maha Cinta, dengarkanlah kedua telingamu dengan syair-syair lantunan firman Tuhan yang begitu indah mendayu merdu ,kendalikanlah lidahmu dari segala tutur kata yang mengantarkanmu pada dosa dengan ucapan mutiara menyebut asma Tuhanmu, gunakanlah pikiranmu dalam merencanakan hal-hal besar dan mengembangkam potensi amigdala untuk terus mencari makna dan memahami apa maksud Tuhan menciptakan makhluk-makhluk sepertimu,
Sahabatku...akulah harta terindah yang kau miliki, akulah penerang segala langkah dalam perjalanan hidupmu, akulah sahabat di setiap gerak-gerik ragamu, dan akulah hati nurani yang bermandikan cahaya ilahi yang nanti akan menemanimu di surga keabadian,
Sahabatku...Jagalah aku karena aku akan selalu menjadi sahabatmu baik suka maupun duka, sedih maupun bahagia, dan dari dunia yang fana hingga kehidupan yang abadi jua...

Jumat, 07 Januari 2011

[FF] Satu Kejahatanku Terhadap Ayah

. Jumat, 07 Januari 2011
0 komentar

oleh : Desti Raisha

Aku iri dengan dirinya. Apapun permintaannya selalu saja dituruti oleh ayahnya. Baru saja tiga hari yang lalu, ayahnya telah memenuhi keinginan Nur memiliki sebuah Blackberry. Masih teringat jelas ketika sebulan yang lalu, Nur bergelayut di kaki ayahnya yang sedang duduk di sofa merengek dibelikan sebuah laptop. Benar saja, ayahnya menyanggupinya dalam waktu tiga hari. Seringkali ku memergoki atau mendengarkan kisah sahabatku tentang ayahnya yang royal. Tokohnya pun tidak melulu tentang Nur, tetapi bergantian antara adik perempuannya, kakak laki-lakinya, dan ibunya. Baru saja, aku mendengarkan kisah bahagianya lagi. Hari ini Nur mendapatkan sepeda motor baru.

Kini aku menatap punggung ayahku yang sedang makan di meja makan kayu itu. Setiap ku melihat ayahku, entah mengapa yang terpikirkan adalah “seandainya ayahku adalah ayahnya Nur”. Angan-anganku memanjang menembus waktu dan rasa penghormatanku. Tanpa sadar aku masuk ke kamar melewati dirinya tanpa salam dan cium tangan, Ku banting pintu kamarku, “brak!”, dan kurebahkan badanku ke kasur hingga tertidur.

Entah mengapa pagi ini Handphone bututku berteriak tanpa henti. Dengan mata tertutup ku tempelkan Handphone di telingaku. Seketika mataku terbelalak dan dengan seksama mendengarkan kata perkata yang agak samar oleh tangisan histeris.

Innalillahi wa innailaihirroji’un. Ternyata ayah Nur ditahan oleh Kepolisian RI dengan dugaan korupsi senilai satu miliar rupiah di kantornya. Entah, airmataku mengalir begitu saja…

Aku menangis…
Aku menangis bukan karena ayahnya, tapi aku menangis karena ayahku.
Aku menangisi diriku yang tidak mensyukuri keberadaan ayahku dan jerih payahnya………
Allohu Robbi, hamba mohon ampun…
Sayangi ayah dan ibuku sebagaimana mereka menyayangiku..
Aamiin Allohumma aamiin

 

JADWAL SHOLAT

Total Tayangan Halaman

This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by miscah.blogspot.com